Jaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan, BI Kaltara Laksanakan ERP
![]()

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara melaksanakan Ekspedisi Rupiah Perbatasan (ERP) 2026 di Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, pada 28–30 September 2026.
Ekspedisi Rupiah Perbatasan (ERP) 2026 perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk menjaga kedaulatan Rupiah, memperluas akses layanan kas, serta meningkatkan literasi masyarakat di wilayah 3T (terluar, terdepan, dan terpencil).
Melalui release resmi KPwBI Kaltara, Senin (5/10/2026), Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, mengatakan ERP merupakan bentuk kehadiran BI di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memperkuat literasi masyarakat.
“Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan negara,” ujar Agus Taufik.
Melalui ERP, masyarakat perbatasan mendapatkan akses terhadap uang Rupiah yang layak edar. Selain itu, BI memberikan pemahaman mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, penggunaan sistem pembayaran digital yang aman, serta kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu.
Pelaksanaan ERP melibatkan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL) Kalimantan Utara yang terdiri dari BINDA dan Kejaksaan, serta Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Indonesia-Malaysia.
“Selain edukasi, Bank Indonesia menyediakan layanan penukaran Rupiah bagi masyarakat setempat guna memastikan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) sesuai prinsip clean money policy. Layanan kas tersebut menjadi penting karena masyarakat perbatasan memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan dan perbankan. Dengan kehadiran layanan BI, masyarakat dapat memperoleh dan menukarkan Rupiah layak edar tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan keuangan” jelasnya.
Agus Taufik menegaskan bahwa menjaga kedaulatan Rupiah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan Indonesia. Kehadiran BI melalui layanan kas, edukasi, dan kerja sama lintas instansi diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap Rupiah dan sistem pembayaran nasional” pungkasnya.
Melalui ERP 2026 di Sebuku dan Tulin Onsoi, BI berharap kedaulatan Rupiah semakin kuat, sementara literasi dan inklusi keuangan masyarakat di kawasan perbatasan terus meningkat. (TN/KPwBI Kaltara)
