Meneladani Rasulullah SAW: Panduan Ibadah Wajib dan Sunnah di Bulan Ramadan
![]()


TERASNKRI.COM | – Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia bersiap meningkatkan kualitas spiritualitasnya. Merujuk pada hadis-hadis sahih, Rasulullah SAW memberikan teladan nyata mengenai amalan yang harus diprioritaskan agar seorang Muslim dapat meraih predikat takwa dan pengampunan dosa secara maksimal.
Ibadah Wajib: Fondasi Utama
Ibadah wajib merupakan “harga mati” yang menjadi penentu sahnya penghambaan seorang Muslim di bulan Ramadan.
Puasa Ramadan: Berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 183, puasa adalah kewajiban bagi orang beriman. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari & Muslim).

Zakat Fitrah: Ibadah maliah ini wajib ditunaikan sebelum salat Idul Fitri sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dan bantuan pangan bagi kaum miskin.

Ibadah Sunnah Utama Anjuran Nabi
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling giat beribadah, terutama saat Ramadan tiba. Berikut adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan: Qiyamul Ramadan (Salat Tarawih): Menghidupkan malam Ramadan dengan salat berjamaah adalah tradisi yang sangat dijaga Nabi.
Tadarus Al-Qur’an: Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Rasulullah SAW rutin menyimak dan mempelajari Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril setiap malam di bulan ini.
Kedermawanan Luar Biasa: Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya meningkat tajam di bulan Ramadan, digambarkan “lebih cepat daripada angin yang berhembus”. Beliau bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan” (HR. Tirmidzi).
I’tikaf di 10 Hari Terakhir: Guna menjemput malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW selalu berdiam diri di masjid (i’tikaf) pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Ibadah ini dimulai sejak malam ke-21 hingga matahari terbenam di hari terakhir Ramadan.
Adab Makan dan Doa
Selain ibadah ritual, Rasulullah SAW juga mengajarkan etika harian yang bernilai pahala:
Sahur dan Berbuka: Nabi menganjurkan untuk mengakhirkan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan, serta menyegerakan berbuka puasa tepat saat waktunya tiba. Beliau biasa berbuka dengan kurma atau air putih.
Memberi Makan Orang Berbuka: Memberikan hidangan buka puasa bagi orang lain dijanjikan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala pelakunya sedikit pun.
Dengan menjalankan perpaduan ibadah wajib dan sunnah ini, umat Muslim diharapkan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengalami transformasi spiritual yang mendalam sesuai tuntunan Rasulullah SAW. (TN/1447)
