DPRD KaltaraParlemen

Rahman ; Pemprov Kaltara Perlu Maksimalkan PAD Imbas Pemotongan TKD

Loading

Anggota DPRD Kaltara, Rahman (Foto : Ist)

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR, KALTARA – Imbas dari pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) membuat RAPBD Provinsi Kaltara 2026 mengalami penurunan yang signifikan. Hal tersebut disoroti anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara Rahman.

Rahman mengutarakan, dengan pemotongan TKD ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara perlu mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah.

Baca Juga  Penanganan TBC di Kaltara, Edukasi dan Kolaborasi Harus Digencarkan

“Adanya efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat dengan memotong transfer keuangan daerah, amat dirasakan dampaknya dalam struktur RAPBD Kaltara 2026, beberapa pos penganggaran mengalami penurunan yang signifikan, tentu kita di DPRD mencermati mana – mana pos anggaran yang harus di prioritaskan” jelas Rahman.

Dilanjutkan oleh Rahman, pos anggaran yang berkaitan dengan masyarakat luas tentu menjadi skala prioritas untuk di pertahankan, minimal sama dengan APBD Kaltara tahun 2025.

Baca Juga  Agus Salim Siap Kawal Kolaborasi Kepemudaan

“Beberapa pos – pos anggaran yang krusial bagi masyarakat tentu kita usahakan tetap dipertahankan, minimal sama dengan APBD Kaltara 2025 seperti kesehatan, pendidikan dan lain – lainnya yang berkaitan dengan pembangunan” urainya lagi.

Menurut Rahman, saat inilah pemprov Kalimantan Utara harus memaksimalkan pendapatan asli daerah sebagai sumber APBD Kaltara.

Baca Juga  Komisi I DPRD Kaltara: Kandidat Hasil Seleksi Komisioner KPID Kaltara Harus Siap Fit and Proper Test

“Kita memiliki potensi pendapatan asli daerah, tinggal bagaimana kita bisa memaksimalkannya, seperti potensi sumber daya alam kita, kemudian aset – aset yang kita punya, semua harus di tata dan dikelola agar bisa menghasilkan pendapatan asli daerah yang maksimal guna pembanguna Kalimantan Utara” pungkasnya. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *