DPRD KaltaraParlemen

Ketidakmerataan Tunjangan Guru Harus Segera Diselesaikan

Loading

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara Listiani (Foto : Ist)

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR, KALTARA — Ketidakmerataan penerimaan Tunjangan Khusus Guru (TKG) di wilayah pedalaman dan perbatasan Kalimantan Utara kembali memunculkan keprihatinan di DPRD Kaltara.

Sebagaimana diketahui, sejumlah guru di daerah 3T, terutama di Kabupaten Malinau, mengadukan kondisi yang tidak seragam dalam penyaluran tunjangan tersebut. Ada guru yang telah menerima haknya, namun tidak sedikit pula yang masih menunggu tanpa kepastian.

Baca Juga  Tuntut Pengembalian Pulau Sebaung, Tokoh Adat Sembakung Datangi DPRD Nunukan

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kaltara dapil III Malinau, Listiani, mengatakan laporan-laporan itu telah disampaikan langsung oleh para guru yang mengajar di wilayah terisolasi. Menurut dia, perbedaan waktu penerimaan dan ketidakteraturan penyaluran berpotensi mengganggu stabilitas motivasi kerja guru.

“Kami menerima banyak keluhan soal hal ini. Ada yang sudah cair, ada yang belum padahal mereka bekerja dalam kondisi yang sama sulitnya. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

Baca Juga  Komisi II DPRD Nunukan Resmi Serahkan Berkas Pengajuan Listrik Kampung Tebol ke ESDM Kaltara

Listiani menambahkan, DPRD melalui Komisi IV akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan meminta penjelasan resmi dari pemerintah daerah. Upaya itu dilakukan agar pemerintah dapat memastikan penyebab keterlambatan dan menemukan solusi yang tidak mengulang persoalan sama di tahun berikutnya.

Baca Juga  Sambangi Kampung Pesisir Bulungan, Anggota DPR RI Rahmawati Bagikan Sembako dan Kacamata Gratis

“Komisi IV DPRD Kaltara akan memastikan setiap guru memperoleh haknya tanpa diskriminasi. Kami akan memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait agar penyaluran TKG berjalan tepat waktu, transparan, dan akurat,” katanya.

Ia menegaskan, DPRD memiliki tanggung jawab moral memastikan kesejahteraan guru tetap terjaga karena peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah pedalaman. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *