MalukuNusantara

Keluarga Pasien Keluhkan Fasilitas di RSUD Piru Seram Bagian Barat Tidak Memadai

Loading

TERASNKRI.COM | SERAM BAGIAN BARAT, MALUKU – Sebuah RSUD wajib memperhatikan fasilitas dalam ruangan, termasuk perbaikan bak kamar mandi yang bocor, karena ini memengaruhi kenyamanan, keamanan, dan sanitasi bagi pasien, staf, serta pengunjung. Pemeliharaan yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi dan mengganggu kualitas pelayanan. dan juga penerangan cahaya lampu di dalam kamar mandi, tidak ada alias lampu putus.

Keluarga pasien di RSUD SBB mengeluhkan kondisi bak kamar mandi ruangan saraf. Agatis ruang inap rumah sakit kering tidak ada air, dan lampu kamar mandi putus, itupun tidak tau dengan ruangan yang lain yang ada di rumah sakit.

Baca Juga  Polres Batu Bara Gelar Press Release Akhir Tahun 2025, Kapolres Paparkan Situasi Kamtibmas

Bahkan pasien dan keluarga pasien harus terpaksa menahan ingin buang air karena tidak ada air sama sekali di bak penampungan tersebut, Ini di karenakan fasilitas air terbatas, air mengalir hanya jam 18 sore dan jam 07 pagi hari.

Monita adalah salah satu keluarga pasien menyayangkan adanya kondisi pelayanan rumah sakit seperti ini.

“Sudah sejak pukul 10 malam air tidak ada di kamar mandi dikarenakan bak penampungan air yang begitu besar bocor dan hanya menggunakan ember untuk menampung air, mereka tidak melihat keluarga Pasian yang dampingi pasien di rumah sakit begitu banyak, bukan saja itu pas waktu masuk di dalam kamar mandi harus menggunakan senter, karena dalam kamar mandi juga gelap, tidak ada lampu untuk penerangan” keluh Monita.

Baca Juga  Tanggapi Aksi Tolak Tertib GB, Raja Kaiely : Minta Tangkap Otak Intelektual Dibalik Aksi Tersebut dan tetap mendukung Tertibkan GB

Dilanjutkan oleh Monita, dirinya bersama yang lain terpaksa menahan keinginan untuk buang air, juga ditambahkan Monita, untuk penerangan terpaksa menggunakan senter untuk waktu masuk di kamar mandi.

Baca Juga  Bos Dompeng Sejak 2013 Hingga 2025 di Tambang GB, Guru Syarif Sampai Detik Ini Tidak Tersentuh Hukum

“Bukan saja itu, kami juga menggunakan persediaan air mineral gelas yang di gunakan untuk minum tetapi di pakai juga untuk harus ke kamar mandi” ungkapnya kepada awak media, Rabu (12/11/2025) sekitar 03.32 WIT dini hari.

Monita bersama keluarga pasien yang lain berharap kepada pihak RSUD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terkhusus Direktur RSUD SBB, serta Pemerintah Daerah agar lebih memperhatikan lagi fasilitasi rumah sakit. khususnya fasilitas yang ada di kamar kamar inap pasien. (GP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *