BuruMalukuNamlea

Tidak Berfungsi dan Hanya Jadi Pajangan, Keberadaan AC di Ruangan Kelas RSUD Namlea Perlu Dipertanyakan

Loading

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU – Keluarga pasien dan pasien yang dirawat di ruang kelas RSUD Namlea mengeluh atas fasilitas AC yang tak berfungsi dan cuma dijadikan sebagai barang pajangan.

Keluhan tersebut menjadi wajar mengingat fasilitas seperti AC tentu ada anggaran perawatannya sehingga patut dipertanyakan

Berdasarkan hasil penulusuran tim media pada Senin (13/10/2025) di sejumlah ruangan kelas RSUD Namlea, terlihat fasilitas AC nya sangat buruk dan menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien maupun keluarga pasien.

Tim media mendapat keluhan langsung dari sejumlah pasien dan keluarga pasien yang enggan namanya diberitakan

Pasien mengeluhkan kondisi ruangan yang tidak layak, padahal itu ruangan berkelas yang harus punya fasilitasi yang baik dan nyaman, kekecewaan dan ketidaknyamana yang di rasakan pasien hingga buat hampir seluruh pasien tidak betah di rumah sakit.

Baca Juga  Keluarga Pasien Keluhkan Fasilitas di RSUD Piru Seram Bagian Barat Tidak Memadai

Ketidaknyamanan tersebut, khusus terkait dengan pemasangan AC yang telah lama yang ada dihampir semua ruangan hanya sebagai pajangan dan tidak bisa di gunakan.

“Kami seperti di dalam tempurung besi, bernapas saja susah, malam hari kami berkeringat dan sesak napas,” ujarnya.

Selain itu, keluhan serupa disampaikan keluarga pasien lainnya yang menyebutkan kondisi ruangan yang panas menyebabkan pasien kesulitan bernapas dan meningkatkan risiko kesehatan.

“Ini jelas tidak layak untuk tempat pelayanan kesehatan,” tegas salah satu keluarga pasien.

Mereka mempertanyakan minimnya fasilitas dasar seperti kipas angin, yang bahkan harus dibawa sendiri dari rumah. Kondisi ini dinilai menunjukkan ketidakseriusan pihak rumah sakit dalam menyediakan fasilitas yang memadai.

Sumber menambahkan, “Dengan kondisi seperti ini, bukan cuma kesehatan pasien yang terancam, tapi malah bisa tambah parah. Layanan kesehatan yang diharapkan justru jauh dari standar yang dibutuhkan.”

Baca Juga  Kepala Inspektorat Kabupaten Buru Pastikan Laporan Pengaduan Warga Desa Grandeng Segera Ditindaklanjuti

Ruang berkelas yang seharusnya dirancang khusus untuk mencegah penyebaran penyakit, justru menjadi sumber masalah karena tidak ada AC yang berfungsi. Keberadaan AC sangat penting untuk menjaga kualitas udara dan mencegah berkembang biaknya mikroorganisme.

Kondisi ini dinilai melanggar Peraturan Menteri Kesehatan No 69 tahun 2014 Pasal 28 tentang kepatuhan terhadap peraturan rumah sakit dan penghormatan terhadap hak pasien, serta Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

“Kami minta dari Direktur RSUD Namlea serta Pemerintah Daerah khususnya Bupati Buru, tolong perhatikan pelayanan kesehatan masyarakat, dengan adanya ketidaktepatan sasaran anggaran pun mengemuka” ujar keluarga pasien.

Keluarga pasien berharap pemerintah Daerah melakukan audit terhadap fasilitas rumah sakit dengan semangat anti korupsi, agar viralnya kasus ini dapat mendorong penegakan hukum yang transparan dan akuntabel demi terciptanya pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat Kabupaten Buru, terkhususnya kota Namlea.

Baca Juga  Kapolres Buru Gelar Silaturahmi Natal 2025, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan Polri–TNI

Salah satu petugas kesehatan yang bertugas di ruangan kelas, saat ditanyakan tidak berfungsinya AC, dengan enteng mengatakan soal AC yang rusak dirinya tidak mengetahuinya.

Ia malah menyampaikan bahwa dirinya baru saja bertugas namun saat di cecar pertanyaan oleh tim media, dirinya mengakui sudah bertugas di rumah sakit ini sudah 1 tahun.

“AC tersebut sudah rusak lama tapi untuk anggaran perawatan apabila fasilitas mengalami kerusakan, saya tidak bisa menjelaskan,” jawabnya saat di tanyai .

Tim media sudah berusaha meminta nomor HP Direktur RSUD Namlea kepada salah satu staf RSUD untuk mengkonfirmasi terkait persoalan AC tersebut namun tidak diberikan dengan alasan tidak tahu. (Tiem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *