Kedermawanan di Tapal Batas: Saat H. Nuwardi Menghibahkan Tanah Demi Ekonomi Merah Putih
![]()

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Di ujung utara Indonesia, di mana garis perbatasan bukan sekadar pembatas wilayah melainkan simbol kedaulatan, sebuah langkah nyata baru saja ditorehkan. Bukan melalui retorika, melainkan melalui kerelaan hati seorang putra daerah, H. Nuwardi, yang akrab disapa H. Momo.
Pada Selasa (6/1/2026), suasana di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kab. Nunukan, Prov. Kalimantan Utara tampak berbeda. Sejumlah pejabat penting, mulai dari pimpinan militer hingga aparatur kecamatan, berkumpul di sebuah bidang tanah. Mereka hadir bukan untuk urusan sengketa, melainkan untuk menyaksikan sebuah awal baru bagi ekonomi kerakyatan: hibah tanah untuk pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Sinergi di Garis Depan
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0911/Nunukan, Letkol Inf. Tony Prasetyo, terlihat antusias saat meninjau langsung lokasi tersebut. Baginya, pembangunan KDKMP adalah misi strategis. Di wilayah perbatasan seperti Sebatik, ketahanan ekonomi adalah fondasi dari ketahanan wilayah.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada H. Momo. Peran aktif pelaku usaha lokal seperti beliau adalah mesin penggerak yang sangat penting untuk memperkuat ketahanan wilayah kita,” ujar Letkol Tony di sela-sela peninjauan.
Kehadiran sosok-sosok seperti Camat Sebatik, Wahyuddin, S.Sos, dan Danramil 0911-07/SBB, Kapten Inf. Muhajir, menegaskan bahwa proyek ini adalah kerja besar lintas sektor. Mereka berdiri di atas lahan yang nantinya tidak hanya akan menjadi bangunan beton, tetapi menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dan peluang usaha bagi warga lokal.

Harapan dari Tanjung Karang
Bagi Kepala Desa Tanjung Karang, Faisal, S.I.P., hibah ini adalah hadiah berharga bagi warga desanya. Ia membayangkan bagaimana nantinya gerai ini akan mempermudah akses layanan usaha dan meningkatkan perputaran uang di dalam desa sendiri.
“Ini adalah bentuk kepedulian yang konkret. Kami di pemerintahan desa siap mengawal proses administrasi agar pembangunan Gerai KDKMP ini bisa segera dimulai dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Faisal.
Sosok H. Nuwardi: Memberi untuk Daerah
Bagi H. Nuwardi alias H. Momo sendiri, tindakannya menghibahkan tanah bukanlah tentang mencari panggung. Pria yang dikenal rendah hati ini menyebut aksinya sebagai bentuk kontribusi sederhana untuk tanah kelahirannya.
“Saya hanya ingin lahan ini bermanfaat secara optimal. Jika ini bisa membantu mempercepat pembangunan daerah dan menyejahterakan masyarakat luas, maka itu adalah kebahagiaan bagi saya,” tuturnya singkat namun bermakna.
Menatap Masa Depan Perbatasan
Pembangunan Gerai KDKMP di Desa Tanjung Karang diharapkan menjadi pilot project bagaimana kolaborasi antara TNI, Pemerintah, dan pengusaha lokal dapat berjalan beriringan. Saat gerai ini berdiri nanti, ia akan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong belum pudar di tapal batas.
Kini, langkah administratif segera dipacu. Harapannya satu: agar di tahun 2026 ini, masyarakat Sebatik tidak lagi hanya menjadi penonton dalam arus ekonomi perbatasan, melainkan menjadi pemain utama di rumah sendiri, di bawah naungan bendera Merah Putih. (TN/Foto : Simpatik)

