DPRD KaltaraParlemen

Anggota DPRD Kaltara Rahman Dorong Penguatan Sektor Pariwisata untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

Loading

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR. KALTARA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rahman, menegaskan pentingnya penguatan sektor pariwisata sebagai bagian dari rencana pembangunan daerah. Menurut Rahman, pariwisata memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing Kaltara, terutama di kawasan perbatasan.

Saat berbincang santai dengan media ini, Rahman menyampaikan bahwa arah pembangunan Kaltara dalam beberapa tahun mendatang menitikberatkan pada hilirisasi potensi daerah, yang tidak hanya mencakup sektor perikanan dan pertanian, tetapi juga pariwisata.

Baca Juga  Anggota Komisi IV DPRD Kaltara Ruman Tumbo Soroti Sektor Perikanan: Potensi Besar, Pengawasan Lemah

“Kita ingin mendorong produk lokal, terutama sektor perikanan, pertanian, dan juga pariwisata. Ini menjadi fokus kita dalam memperkuat daya saing,” ujar Rahman.

Pernyataan ini sejalan dengan upaya DPRD Kaltara yang secara intensif menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Kaltara Tahun 2025-2035. Pembahasan Raperda ini menunjukkan keseriusan legislatif dalam menciptakan kerangka hukum yang kuat untuk pengembangan pariwisata yang terstruktur dan berkelanjutan.

Baca Juga  Rahman Dukung Sekolah Rakyat Segera Terwujud

DPRD Kaltara secara umum memang mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk melakukan penguatan sektor pariwisata, mengingat potensi besar yang dimiliki Bumi Benuanta, meski saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut masih minim.

Baca Juga  Tiga Ranperda Disetujui, Dua Diantaranya jadi Fondasi Perekonomian Kaltara

Politis Gerindra ini berharap, dengan adanya fokus pembangunan ini dan dukungan regulasi yang kuat, akses menuju objek-objek wisata di Kaltara dapat ditingkatkan, sehingga potensi yang ada bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan pariwisata berbasis kawasan perbatasan, seperti konsep “Border Tourism” yang menghubungkan Tarakan, Tawau (Malaysia), dan Tawi-Tawi (Filipina), juga didorong untuk menjadi model pariwisata internasional. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *