DPRD KaltaraParlemen

Anggota DPRD Kaltara Rahman : Pemerintah Harus Serius Fasilitasi Potensi Pemuda di Perbatasan

Loading

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR, KALTARA – Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) dari Fraksi PKS, Rahman, S.KM., M.Kes., secara konsisten menyoroti kondisi kepemudaan di wilayah perbatasan, khususnya di daerah pemilihannya, Kabupaten Nunukan. Ia mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten untuk lebih serius dalam memberikan ruang dan fasilitas yang memadai bagi pengembangan bakat dan minat generasi muda.

Rahman menyoroti bahwa generasi muda yang tinggal di daerah terdepan, terpencil, dan terluar (3T) menghadapi tantangan besar akibat minimnya fasilitas, baik untuk pendidikan formal maupun untuk kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga. Hal ini, menurutnya, berpotensi menghambat potensi mereka untuk berkembang secara optimal.

Baca Juga  Rahman Apresiasi Kepedulian Pemprov Kaltara Salurkan Bantuan Tanggap Bencana ke Sumatera

“Kesenjangan fasilitas dan tenaga pendidik di daerah perbatasan masih sangat terasa. Ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan ruang gerak pemuda di sana,” ujar Rahman, menekankan perlunya pemerataan pembangunan.

Baca Juga  Ruman Tumbo Dorong Pengesahan Raperda Kesejahteraan Sosial untuk Bantu Masyarakat Kurang Mampu di Kaltara

Rahman menyampaikan, bersama anggota dewan lainnya di Komisi IV, dirinya mendukung penuh percepatan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pembangunan Kepemudaan. Perda ini diharapkan menjadi landasan hukum yang kuat untuk memastikan adanya alokasi anggaran yang memadai dan program pembinaan yang terstruktur bagi pemuda Kaltara.

Rahman mengapresiasi setiap inisiatif positif dari elemen pemuda di perbatasan. Ia menekankan bahwa partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah sangat penting untuk keberlanjutan pembangunan Kaltara secara keseluruhan.

Baca Juga  Rahman : Manfaatkan Bursa Job Fair 2025

“Pemerintah harus memastikan seluruh wilayah, termasuk perbatasan, memiliki jaringan internet yang stabil dan akses yang memadai agar pemuda kita tidak tertinggal dalam arus informasi dan pengetahuan global,” tutup Rahman, menghubungkan isu infrastruktur digital dengan masa depan generasi muda di perbatasan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *