KesehatanNunukan

Kecamatan Sebatik Wakili Kab. Nunukan dalam Penilaian Kinerja Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kaltara 2025

Loading

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi menunjuk Kecamatan Sebatik sebagai wakil daerah dalam ajang Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting (P2S) Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025. Agenda penilaian dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat Benuanta, Gedung Gabungan Dinas II, Lantai 1, Tanjung Selor.

Penunjukan ini tertuang dalam surat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Nunukan Nomor 005-Sekre/TPPS-KAB/NNK/VII/2025 tertanggal 22 Juli 2025. Kecamatan Sebatik dinilai sebagai wilayah paling inovatif dalam pelaksanaan program konvergensi stunting tingkat kabupaten.

Camat Sebatik bersama sejumlah kepala desa, satu penyuluh Keluarga Berencana (KB), dan satu petugas gizi dari Puskesmas turut diundang sebagai delegasi dalam forum tersebut.

Baca Juga  Kampanye CTPS Dinilai Penting Cegah Penyakit Menular

“Kecamatan Sebatik pada tahun 2024 berhasil mencatat penurunan angka stunting yang sangat signifikan. Dua desa menunjukkan lompatan besar dari zona merah ke zona hijau, yaitu Desa Tanjung Karang dan Desa Sei Manurung. Sementara Desa Padaidi tetap stabil di zona hijau, dan Desa Balansiku mengalami peningkatan dari zona kuning ke arah hijau,” ujar Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP, Wakil Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Nunukan.

Selain menjadi peserta, Kecamatan Sebatik juga ditetapkan sebagai lokus utama yang akan dikunjungi secara langsung oleh Tim Penilai Provinsi, dengan jadwal kunjungan yang akan diumumkan terpisah.

Baca Juga  Perkuat Wawasan Kebangsaan, KRI Pulau Rimau 724 Gelar Penyuluhan di SMAN 1 Sebatik

Berbagai indikator menjadi catatan positif dalam kinerja Sebatik, di antaranya pelaksanaan tiga kali rapat koordinasi per tahun, sepuluh kali mini lokakarya, serta sejumlah program unggulan seperti pembinaan kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM), Audit Kasus Stunting, serta inovasi lokal seperti Sahabat Stunting dan Mandre Maduro yang terintegrasi dengan program Dapur Dahsyat.

Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci sukses. Sebanyak 25 dari 30 orang tua asuh dilaporkan aktif berperan dalam mendampingi keluarga berisiko stunting, menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, kepemimpinan camat yang aktif, serta perencanaan program yang terukur dari tingkat kabupaten. Kecamatan Sebatik sangat layak menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kalimantan Utara dalam mencapai target nasional penurunan stunting pada 2026,” tambah Raden Iwan.

Baca Juga  Berikan Edukasi ke Generasi Muda, Wujudkan Pola Hidup Sehat Melalui Konsumsi Pangan Lokal

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa percepatan penurunan stunting hanya bisa dicapai dengan sinergi menyeluruh—mulai dari pemerintah daerah, sektor kesehatan, hingga keterlibatan aktif masyarakat desa.

Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap keberhasilan Kecamatan Sebatik dapat menjadi inspirasi dan contoh replikasi bagi kecamatan lainnya dalam memperkuat intervensi pencegahan stunting secara berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Utara. (TN/Arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *