Pemadaman Listrik, Komitmen PLN UPL Nunukan Amankan Pasokan Listrik Dipertanyakan
![]()

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Ada ungkapan bahwa setiap kali memasuki bulan suci Ramadhan, listrik PLN selalu mati. Sepertinya ini sudah menjadi budaya di saat memasuki bulan suci Ramadhan, bahkan sudah terjadi di wilayah Sebatik.
Seperti yang terjadi pada Jumat (7/3/2025) dini hari saat jelang sahur, entah berapa kali terjadi pemadaman listrik sehingga mengganggu aktivitas ibu – ibu yang sedang mempersiapkan santapan sahur.

“Apa penyebab sering padamnya listrik disaat memasuki bulan Ramadhan tidak pernah diketahui secara pasti. Yang dipastikan adalah krisis listrik di wilayah Sebatik sekitarnya sepertinya sudah budaya dari tahun ke tahun dan sulit untuk di atasi, seperti saat ini, sudah berapa kali byar pet, ini mengganggu kita yang ingin menpersiapkan santapan sahur serta berpotensi merusak alat – alat eletronik, mana janji manager PLN Nunukan di depan Bupati H. Irwan baru – baru ini ketika dipertanyakan komitmennya untuk menjaga pasokan listrik selama Ramadan…? ” ujar seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan pada media ini, Jumat (07/03/2025).
Pemadaman listrik saat bulan suci Ramadhan terus berlanjut. Buka puasa, sholat tarawih, tadarusan Alquran, atau sahur tanpa penerangan listrik kembali terjadi. Entah apa yang ada dibenak petinggi PLN UPL Nunukan

“Yang pasti dampak listrik padam, sumpah serapah masyarakat memuncak kepada perusahaan listrik milik negara ini. Betapa tidak, saat sahur ataupun berbuka puasa serta aktivitas keagamaan lain tiba-tiba saja listrik padam. PLN seperti melecehkan aktivitas keagamaan yang semestinya dihormati atau dihargai masyarakat adalah korban dari PHP (Pemberi Harapan Palsu)” tambahnya lagi.
Pantauan media di WA Group Peduli Sebatik, juga ramai dipertanyakan terkait pemadaman listrik tersebut.

Salah satu peserta WAG Peduli Sebatik yang juga anggota DPRD Nunukan dari Fraksi Gerindra DR. Andi Mulyono berkomentar “Baru saja dingatkan pagi tadi sudah berulah lagi” yang ditimpali oleh anggota WAG lainnya dengan candaan ” 1 lagu dulu Pak Dewan”, yang dibalas oleh Andi Mulyono “Ciri bulan puasa adalah…”
Berbagai komentar juga di sampaikan oleh penghuni WAG peduli Sebatik, apalagi di bulan Ramadhan cuma datang sekali dalam setahun, kekhusuan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dicederai, janji diingkari, pemerintah Kabupaten dipermalukan, kasus terakhir adalah pemadaman listrik di saat masyarakat ingin melaksanakan Sahur pada Jumat (07/03/2026).
Hampir seluruh sudut wilayah Sebatik dan sekitarnya mengalami pemadaman listrik. Sejak sahur hingga jelang solat Subuh terjadi pemadaman listrik
Sungguh menyedihkan persoalan krisis listrik tak kunjung tuntas pada setiap Ramadhan. Sampai kapan derita pemadaman listrik dapat diakhiri, sepertinya masyarakat masih perlu bersabar seperti menguak misteri besar. (SO)

