Dalam amanatnya, ia menyampaikan 2 (dua) hal, yakni mengenai kedisplinan dan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga  Sekprov Kaltara Tegaskan Dana Reboisasi Rp332 Miliar Aman dan Tak Ada Penyimpangan, Pengelolaan Sesuai Aturan

Ia meminta kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pembinaan kepada pegawai yang kurang disiplin. Karena baginya, perilaku ini akan mempengaruhi kerja pagawai totalitas dalam pekerjaannya.

“Orang yang berprestasi melihat teman-teman yang malas jarang turun kerja, akhirnya semangat motivasi itu hilang. Karena yang rajin akan mengatakan kalau tidak ada disiplin buat apa saya kerja. Yang rajin pun akan hilang, semangat motivasinya akan hilang,” terangnya.

Baca Juga  TP-PKK Kaltara Gandeng Putri Indonesia Kebudayaan Promosikan Budaya dan Pariwisata Bumi Benuanta

“Agar kepala OPD melakukan pembinaan. Jadi kuncinya kita ini ada reward dan punishment, jadi yanh berprestasi dihargai dan yang salah dihukum. InsyaAllah, organisasi kita akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga  Pemprov Fasilitasi Pemulangan Warga Terlantar Asal Sulawesi

Ia mengingatkan, memasuki triwulan ketiga ini, agar serapan anggaran dipacu susuai dengan renja pada masing-masing SKPD.

Ia meminta penyerapan anggaran disesuaikan dengan perencana kerja. Karenanya, rencana kerja perlu disusun dengan dengan baik.

“Yang terpenting dalam penyerapan anggaran jangan asal serap. Makanya penting perencanaan disusun,” pungkasnya. (TN/DKISP Kaltara)