Nunukan

Masih Banyak Pa’bettang Tidak Kenakan Masker Saat Bekerja

Loading

TERASNKRI.COM | Nunukan – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan Suhadi menilai kesadaran tentang bahaya covid -19 di kalangan para pengikat tali rumput laut atau yang lebih dikenal sebagai pa’bettang, khususnya yang bekerja di wilayah Mamolo, Nunukan Selatan, sampai saat ini masih relatif rendah. Hal itu dapat dilihat dari masih banyaknya pa’bettang yang tidak mengenakan masker pada saat bekerja.

Baca Juga  Masih 20 Persen, Stunting di Nunukan Masih Jadi Persoalan Serius

Ada sebagian pabetang yang memang tidak membawa masker dari rumah, tetapi tidak sedikit pula yang sebetulnya membawa masker tapi hanya disimpan di dalam tas atau kantong pakaiannya, padahal semestinya masker tersebut harus selalu dipakai pada saat bekerja mengingat pekerjaan mabettang selalu dilakukan secara berkelompok sehingga berpotensi terpapar covid – 19.

“Hari Jumat lalu saya bersama Pak Habir (Koordinator Asosiasi Pembudidaya Rumput Laut Kabupaten Nunukan) mengunjungi lokasi kerja para pa’bettang di Mamolo, dari situ saya melihat masih banyak pa’bettang yang tidak menggunakan masker saat bekerja. Padahal sosialisasi kepada mereka sudah seringkali dilakukan, baik oleh penyuluh perikanan, dari asosiasi maupun pemerintah,” kata Suhadi.

Baca Juga  Puasa Ramadhan, UPT LLA Sebatik Dinas Perhubungan Gelar Giat Poros Sore dan Malam Guna Kelancaran Arus Lalu Lintas
Baca Juga  Bupati Nunukan Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan Pendahuluan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021

Situasi tersebut, menurutnya harus menjadi atensi semua pihak, khususnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19. Karena jika terus dibiarkan dikhawatirkan akan muncul anggapan di kalangan pa’bettang bahwa situasi saat ini sudah normal kembali dan tidak perlu mengenakan masker saat berada di luar rumah.

TN/HUMAS

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *