Kondisi Geografis Dan Penolakan Jadi Tantangan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Nunukan

Dilihat 578 

TERASNKRI.COM Nunukan – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Nunukan telah melakukan pengambilan sampel Swab hari pertama terhadap 18 orang, dimana 2 orang follow up pengobatan sementara 16 untuk diagnose.

Dari 18 orang yang diambil sampelnya, 11 orang dari kegiatan surveylans aktif, 5 orang pelaku perjalanan, dimana mereka ini sudah mengambil rapid tes di RSUD dan hasilnya reaktif sehingga dilanjutkan dengan pengambilan swab untuk PCR.

“Kegiatan pengambilan Swab di Puskesmas Long Bawan telah selesai dilaksanakan, info dari tim di lapangan, 37 orang sudah dilaksanakan pengambilan swab dari target 52 orang, dan sisanya 15 orang akan dilanjutkan oleh Puskesmas Long Bawan,” jelas Juru Bicara Tim GTPP Covid-19 Kab. Nunukan, Aris Suyono, Sabtu (6/6/2020)

Laporan Tim menemui kendala ketika melakukan pengambilan swab, terutama kondisi geografis, jarak rumah OTG dengan Puskesmas yang cukup jauh serta keterbatasan sarana komunikasi.

“Tim GTPP Covid-19 Kab. Nunukan juga mendapat laporan Tim GC-19 Puskesmas, terdapat penolakan dari sebagian masyarakat untuk pemeriksaan swab, baik dari OTG, Pelaku Perjalanan, maupun dari kegiatan surveylans aktif termasuk kegiatan PANKESIA dimana sewaktu di rapid tes hasilnya reaktif, sesuai dengan prosedur akan dilanjutkan dengan pengambilan swab namun tidak dilakukan karena yang bersangkutan melakukan penolakan,” ungkap Aris.

Baca Juga  Bupati Laura Buka Sosialisasi Gerakan Membayar Zakat oleh Dunia Usaha

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Nunukan menghimbau kepada seluruh masyarakat Kab. Nunukan, pencegahan dan pengendalian Covid-19 sama seperti pengendalian dan pencegahan penyakit menular pada umumnya, Tim GTPP Covid-19 Kab. Nunukan diharuskan menemukan secara dini atau secepatnya penderita dengan tujuan untuk mencegah penularan di masyarakat.

Kegiatan penemuan dini terhadap penderita dilakukan melalui surveylans aktif, kegiatan screening, trecing dan dilanjutkan dengan kegiatan testing.

“Ketika nantinya kita nyatakan konfirmasi positif tentunya kita lanjutkan dengan terapi dan juga paling penting kegiatan isolasi atau kekarantinaan untuk memutus rantai penularan Covid-19 di masyarakat,” imbuh Aris

“Untuk itu, disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar pro aktif dan mengikuti saran serta arahan dari tim kesehatan di lapangan,” harapnya.

Baca Juga  Bubarkan Arena Sabung Ayam, Belasan Kendaraan Diamankan Polsek Sebatik Timur

Sampai saat ini, kegiatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan untuk ODP bertambah 5 orang di Kecamatan Nunukan, 3 orang ODP telah menyelesaikan masa pemantauan, semuanya berasal dari Kec. Nunukan, ODP masih dalam pemantauan sebanyak 19 orang berasal dari Kecamatan Nunukan 7 orang, Sebuku 5 orang, Nunukan Selatan 2 orang, Krayan Timur 1 orang, Sei. Menggaris 2 orang, Sebatik Barat 2 orang.

Untuk OTG tidak ada penambahan kasus baru, OTG selesai dipantau di Sei. Menggaris sebanyak 14 orang, dimana hari kedua rapid tesnya sudah dinyatakan negative dan OTG yang masih dipantau sebanyak 345 orang.

PDP bertambah 2 orang dari Nunukan, 1 ditemukan di Puskesmas Nunukan hasil kegiatan surveylans aktif, dan satu lagi di RSUD Nunukan. Total PDP yang dipantau sebanyak 5 orang, RSUD Nunukan 3 orang, PDP Isolasi mandiri sebanyak 2 orang di Nunukan 1 orang, Sebuku 1 orang.

Untuk Pasien Konfirmasi Positif tetap 43 orang, dengan 25 orang telah dinyatakan sembuh.

TN001

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: