DPRD NunukanParlemen

Jaring Aspirasi Warga di Gang H. Sumang, Muhammad Mansur Siap Perjuangkan Kenaikan TPP ASN

Loading

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, menyatakan siap memperjuangkan kenaikan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan ini, saat menggelar reses Masa Sidang II Tahun 2025–2026 di Jalan Teuku Umar, Gang H. Sumang, RT 13 dan RT 30, Kelurahan Nunukan Timur, Senin (16/2/26).

Dalam dialog bersama warga, Mansur menegaskan bahwa evaluasi terhadap TPP ASN menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja birokrasi daerah.

“TPP ASN akan kita perjuangkan,akan saya bahas di Badan Anggaran agar kesejahteraan pegawai meningkat dan kinerja pemerintahan lebih baik,” ujar Mansur.

Menurut Mansur, peningkatan kesejahteraan ASN berkorelasi dengan kualitas pelayanan publik, DPRD sebagai representasi Rakyat memiliki kewajiban mengawal kebijakan anggaran agar berdampak luas.

Ia menambahkan bahwa seluruh masukan masyarakat dalam forum reses akan disampaikan melalui pandangan umum fraksi di DPRD dan masuk dalam pembahasan pokok-pokok pikiran dewan.

Baca Juga  Reses di Sebatik Timur, Anggota DPRD Hamsing Desak Nelayan Aktifkan Kelompok untuk Akses Bantuan

Selain tunjangan ASN, melalui reses itu, warga juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan, akses jalan di Binusan, khususnya dari RT 9 menuju kantor Desa Binusan, perlu peningkatan badan jalan sehingga sulit dilalui, warga harus memutar lewat Lancang,, warga mengusulkan peningkatan badan jalan agar aktivitas ekonomi dan sosial tidak lagi terhambat.

Ketua RT 30 Nunukan Barat menyampaikan keluhan terkait hasil Musrenbang yang dinilai belum sepenuhnya terakomodasi, setiap program yang diusulkan RT seperti Pembangunan pembukaan akses jalan, tidak lagi terealiasi tahun ini padahal sudah diulukan melalui musrenbang.

Ia juga menyoroti kondisi gapura SMP 1 serta pepohonan di pinggir jalan yang menyentuh kabel listrik di depan rumah warga.

“Surat sudah kami sampaikan, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkap ketua RT 30 Nunukan Barat itu.

Baca Juga  Respons Keluhan Sopir, Pelindo Nunukan Beberkan Alasan Kenaikan Tarif E-Pass dan Progres Perbaikan Fasilitas

Sementara itu, Thalib warga Sungai Fatimah yang berprofesi sebagai pemukat rumput laut, juga menyampaikan aspirasinya, Ia mempertanyakan minimnya bantuan bagi kelompok pembudidaya.  

Begitu pula dengan lulusan Politeknik Nunukan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, dan kini banyak yang menganggur atau bekerja kasar, padahal mereka sudah sekolah selama tiga tahun.

“Pemerintah Daerah Jangan hanya memikirkan diri sendiri, pikirkan juga masyarakat kecil, Kami capek mengusulkan kalau tidak pernah ditanggapi,” ucap Thalib.

Di RT 09 Sungai Bolonh, warga meminta perhatian pemerintah daerah untuk menambah bak sampah, karena saat ini masyarakat menemukan sampah berserakan, hal itu membuat lingkungan pemukiman terlihat.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Mansur menegaskan reses bukan sebatas agenda seremonial atau hanya bersilaturahmi dengan anggota dewan, namun reses merupakan wadah penyampaian aspirasi.

“Reses jangan dianggap remeh. Semua masukan masyarakat kami sampaikan dalam rapat-rapat DPRD melalui fraksi., aspirasi masyarakat tidak bisa diabaikan,” tegasnya.

Baca Juga  DPRD Nunukan Kritik Kenaikan E-Pass

Mansur juga memaparkan sejumlah capaian yang telah dikawal Komisi I DPRD Nunukan, di antaranya program Sister School, penambahan lampu penerangan jalan, serta penguatan alokasi APBD yang disebut bertambah hingga Rp1,7 miliar pada sektor tertentu.

30 anggota dewan terus mengawal kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan, sampaikan aspirasi, silahkan kritik dan berikan kami masukan, karna kami tidak akan tau kebutuhan masyarakat kalau tidak ada penyampaian terkait apa yang dibutuhkan, itu harapan saya,” kata Ketua Fraksi Partai Nadem Nunukan ini.

Karena itu, Mansur meminta peran aktif para ketua RT dalam menyerap dan menyampaikan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

Ia menegaskan bahwa DPRD hadir sebagai perwakilan masyarakat dan akan terus mengawal aspirasi warga Nunukan agar masuk dalam kebijakan pembangunan daerah. (TN/Pubdok Sek DPRD Nnkn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *