DPRD KaltaraParlemen

Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, Rahman Ajak Perkuat Arah Pendidikan Vokasi di Kaltara

Loading

 

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Rahman (Foto : Ist)

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR, KALTARA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Rahman, menyampaikan perhatiannya terhadap data terbaru ketenagakerjaan yang menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 6,01 persen pada Agustus 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara jenjang pendidikan lainnya.

Menurut Rahman, kondisi ini perlu dicermati bersama karena SMK pada prinsipnya dirancang untuk menyiapkan tenaga terampil yang siap memasuki dunia kerja.

Baca Juga  Achmad Djufrie Dorong Keselarasan Kebijakan Daerah dalam Pembinaan Olahraga Masyarakat

“Ini sinyal yang harus kita lihat dengan hati-hati. Lulusan SMK punya potensi besar, jadi penting memastikan mereka mendapat ruang yang tepat di pasar kerja,” ujarnya pada pekan ini.

Ia menilai pemerintah daerah, sekolah, serta dunia usaha dan industri perlu memperkuat koordinasi agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

“Mungkin ada yang perlu disesuaikan, baik dari sisi kurikulum maupun pola kerja sama dengan industri. Yang terpenting, kita ingin memastikan anak-anak ini punya kesempatan kerja yang lebih baik,” kata Rahman.

Baca Juga  Perda Ekonomi Kreatif Harus Benar-Benar Mengangkat UMKM

Dibandingkan Agustus 2024, TPT lulusan SMK tercatat meningkat 1,08 persen. Kenaikan juga terjadi pada lulusan SMP sebesar 2,22 persen dan perguruan tinggi sebesar 0,13 persen. Sementara itu, lulusan SMA dan SD mengalami penurunan TPT masing-masing sebesar -1,89 persen dan -0,27 persen.

Rahman mengingatkan bahwa arah pembinaan tenaga kerja harus terus menyesuaikan perkembangan ekonomi daerah. Ia menilai pembenahan pendidikan vokasi akan berdampak langsung pada kesiapan tenaga kerja muda di Kaltara.

Baca Juga  Terima Rancangan APBD 2026, Fraksi PPR DPRD Kaltara Berikan Tiga Masukan ke Pemprov Kaltara

“Kalau sinkronisasi terus diperkuat, saya yakin angka-angka ini bisa kita tekan,” tuturnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat melihat persoalan ini sebagai peluang untuk memperbaiki ekosistem vokasi di Kaltara.

“Tujuannya sederhana saja: kita ingin lulusan kita lebih percaya diri dan lebih siap menghadapi persaingan kerja,” tambah Rahman. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *