BuruMalukuNusantara

Dandim 1506/Namlea Pimpin Sosialisasi Penertiban Areal Tambang Gunung Botak, 80% Penambang Sudah Turun dari Lokasi

Loading

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU – Komandan Kodim 1506/Namlea, Letkol Inf Heribertus Purwanto, S.I.P., M.I.P., bersama anggota Kodim 1506/Namlea, Polres Buru, Satpol PP, dan dinas terkait melaksanakan kegiatan sosialisasi di kawasan tambang Gunung Botak, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru. Minggu (7/12/2205).

Komandan Distrik Militer (Dandim) melakukan sosialisasi di daerah pertambangan sebagai bagian dari Pembinaan Teritorial dan upaya penertiban aktivitas pertambangan ilegal (PETI). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan penegak hukum lainnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. 

Baca Juga  Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2026 Pemkab dan DPRD Kab Buru

Sosialisasi dilakukan untuk memberikan peringatan dini dan himbauan agar para penambang menghentikan aktivitas ilegal mereka secara sukarela sebelum dilakukan penindakan hukum yang lebih tegas.

Sosialisasi ini juga dilakukan dengan melakukan penyisiran langsung ke sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi aktivitas penambangan, yaitu Tanah Merah, Kapuran, Janda, dan area Longsoran.

Kegiatan sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Komandan Distrik Militer dua bunga ini mendapat respons positif dari para penambang. berdasarkan pemantauan di lapangan, sekitar 80 persen penambang telah merespons imbauan dan turun dari areal tambang.

Baca Juga  Dandim 1506/Namlea Letkol Inf Heribertus Purwanto Terima Kunjungan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Wartawan

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1506/Namlea menegaskan bahwa sosialisasi dilakukan demi kepentingan bersama, baik dari aspek keamanan, keselamatan, maupun kesehatan para penambang yang selama ini beraktivitas secara ilegal di wilayah tersebut, Ia menekankan bahwa penertiban ini bukan untuk menghalangi mata pencaharian masyarakat, melainkan memastikan aktivitas penambangan ke depan dapat berjalan lebih tertib dan aman.

Baca Juga  Warga Laporkan Kades Hariyono ke Inspektorat, Dalam Waktu Dekat Tim Lakukan Pemeriksaan Khusus

“Kami berharap para penambang memahami tujuan sosialisasi ini. Setelah dilakukan penataan ulang terhadap areal tambang, para penambang dapat kembali bekerja seperti biasa, namun dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pengelola dan pemerintah,” ujar Dandim dalam penyampaiannya.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan tambang Gunung Botak yang lebih tertib, aman, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.(Grace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *