NASIONAL

Solusi Kendaraan ODOL Jadi PR Semua Pihak

Loading

TERASNKRI.COM | JAKARTA –Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Mencari Solusi penerapan Zero Over Dimesion dan Overload yang di selenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Selasa (24/6/2025).

Dalam paparannya, Brigjen Pol Faizal mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia ini masih cukup tinggi berdasarkan data Korlantas tahun 2024 tercatat sebanyak 26.839 jiwa meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

“Data dari korlantas korban meninggal dia tahun 2024 ini sebanyak 26.839 jiwa, rata-rata meninggal dunia dalam sehari ini 75 jiwa, kemudian per jamnya 3 jiwa ini hanya data awal saja supaya kita bisa merasa aware dengan masalah lakalatas ini,” ungkap Dirgakkum.

Baca Juga  Presiden Prabowo Naik KRL dari Manggarai ke Tanah Abang: Pastikan Pelayanan untuk Pengguna Semakin Nyaman

Lebih lanjut, kendaraan Over Dimensi yang dimodifikasi secara ilegal untuk meningkatkan kapasitas muatan itu sudah masuk dalam kategori kejahatan.

“Over Dimensi itu masuk dalam kategori kejahatan, Karena ada unsur kesengajaan melakukan suatu pekerjaanyang sudah tahu bahwa hasilnya itu akan menimbulkan korban jiwa,” jelas Brigjen Pol Faizal.

Brigjen Pol. Faizal juga menekankan bahwa untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman kendaraan Over Dimesion dan Overload ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

Baca Juga  Gerak Cepat Penyelidikan dan Trauma Healing Pasca Ledakan di SMAN 72 Jakarta

“Ini kolaborasi dari hulu ke hilir, kami ada di hilir, ya mudah-mudahan hulu ke hulu ini sudah bekerja dengan baik, insya Allah hilir juga tidak akan terlalu berat pekerjaannya bersama Indonesia menuju zero, dan mudah-mudahan bisa kita laksanakan secara bersama-sama,” katanya.

Sementera itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof. Dr. Ma’mun Murod AI-Barbasy, S.Sos., M.Si menyampaikan penanganan kendaraan Over Dimension dan Overload membutuhkan perhatian serius dan sinergi lintas sektor.

“Memang agak memperprihatinkan hal-hal yang berkaitan masalah dengan jalan raya ini butuh keseriusan penanganan berkaitan dengan Over Dimension dan Overload itu tidak mudah semuanya saling terhubung,” jelas Rektor UMJ.

Baca Juga  Jumlah Korban Akibat Banjir Aceh Bertambah, 102 Meninggal, 116 Hilang dan Luka Berat 326 Jiwa

Terkahir, ia berharap melalui Forum Group Discussion (FGD) menjadi solusi konkret untuk penerapan Zero Over Dimesion dan Overload di Indonesia.

“Setidaknya dari kampus UMJ itu akan mendapatkan solusi bagiamana menerapkan zero odol, paling tidak ada ikhtiar mengurangi truk dimensi diperbesar daya angkut yg lebih berat bisa dikurangi,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukatif dan kolaboratif antara akademisi, penegak hukum, serta pemangku kebijakan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib di Indonesia. (TN/Humas Polri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *