NASIONAL

Wamen P2MI Christina Aryani Kunjungi Perbatasan, Perlu Solusi Untuk PMI Nonprosedural

Loading

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Wakil menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani, S.E., S.H., M.H. bersama rombongan melakukan kunjungan di Pulau Sebatik Kab. Nunukan Prov. Kalimantan Utara, Rabu (4/6/2025) guna meninjau langsung titik – titik penyeberangan pekerja migran non prosedural, permasalahan terkait pekerja migran serta isu – isu yang dihadapi.

“Kita tadi melihat berapa titik perlintasan yang sering di gunakan oleh PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang berangkat secara ilegal ke Malaysia, tentunya ini menjadi consern (kekhawatiran/kepedulian, red) oleh kementerian P2MI, nanti juga kita akan melihat beberapa ratus warga negara Indonesia yang dideportasi dari Malaysia karena itu tadi berangkat secara non prosedural, harapan kedepan, masalah ini bisa diselesaikan, diurai sehingga ditemukan solusinya” ujar Wamen Christina Aryani pada awak media

Baca Juga  AKSI Bertemu Pimpinan DPR, Dorong Percepatan PP UU Desa dan Bahas Koperasi Desa

Selain meninjau beberapa titik perlintasan yang digunakan oleh pekerja migran non prosedural yang ada di Pulau Sebatik, wamen Christina Aryani juga meninjau PLBN Sebatik di Desa Pancang Kec. Sebatik Utara yang diterima langsung oleh Kepala PLBN Sebatik Hariman Latuconsina.

Baca Juga  Gerak Cepat Penyelidikan dan Trauma Healing Pasca Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Dalam kunjungannya, Wamen Christina Aryani berharap agar PLBN Sebatik dapat di fungsikan secepatnya melalui lintas kementerian.

“PLBN Sebatik perlu didorong supaya agreement ataupun juga proses negosiasi dengan Malaysia bisa lebih cepat lagi sehingga gedung sebagus ini ya bisa bisa dipergunakan sebagai pos perlintasan batas dan tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, kita harus lihat dulu sejauh mana negosiasinya, lead nya dari kementerian luar negeri, sejauh mana prosesnya, apa saja yang menjadi tantangan ataupun juga poin-poinnya, biasa kan kalau di dalam suatu negosiasi itu pasti ada posisi standing dari kedua belah pihak, nah ini yang harus dicarikan titik temunya nah proses ini kadang-kadang bisa jalan mudah kadang-kadang bisa agak sulit kita akan cek sudah sejauh mana arah persetujuan antara kedua negara malaysia dan Indonesia, sayang ya kalau enggak difungsikan segera, sudah dari 2022 tadi katanya Desember ya harapannya bisa segera difungsikan nantinya kita akan berkoordinasi langsung dengan kemenlu dan mendukung sekali dengan pengoperasian PLBN secepatnya” pungkasnya. (TN/Syam ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *