DAERAHNusantara

Dosen Poltekesos Bandung Diterjunkan Untuk Tangani Kemiskinan di Kuningan Jawa Barat

Loading

TERASNKRI.COM | KUNINGAN, JABAR – Dalam rangka mendukung Asta Cita dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka tentang kemiskinan ekstrim dan kemiskinan di Indonesia, Direktur Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Suharma P.hD terjunkan para Dosennya ke sejumlah desa di Kabupaten Kuningan Jawa Barat untuk melakukan profiling.

Para Dosen yang di terjunkan merupakan terbagi 3 Tim, diantaranya Ahmad Yaneri, Didiet Widiowati, Helly Octilia, Yuti Sri Ismudiati, Yana Sundayani, Suradi, Edi Suhanda, Ade Subarkah dan Versanuddin dengan sasaran Profiling ke Desa Peninggaran, Desa Kertawinangun dan Desa Nanggela.

Baca Juga  Satgas Operasi PETI Gunung Botak Gelar RDP Bersama Tokoh Masyarakat, Adat dan Pihak Koperasi

Seorang Dosen Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung Ahmad Yaneri, S.ST., M.Kesos ketika dihubungi media, Sabtu (17/5/2025) menyatakan, profiling bertujuan menggali potensi lokal serta mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan masyarakat dalam membangun pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja baru untuk kesejahteraan masyarakat.

Menurut Ahmad Yaneri Profiling Desa yang dikunjunginya di Desa Paninggaran, Kecamatan Darma dengan jumlah penduduk 2.107 jiwa, sedangkan tingkat penduduk miskin tercatat sebanyak 521 jiwa dengan mata pencaharian sebagai buruh harian lepas untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Baca Juga  Polres Batu Bara Gelar Press Release Akhir Tahun 2025, Kapolres Paparkan Situasi Kamtibmas

Hasil profilingnya, kata Yaneri sempat berdialog dengan Mulyadi seorang peternak burung puyuh sambil mengamati secara langsung kondisi kandang, sistem pemeliharaan, dan manajemen produksi yang menunjukkan bahwa budi daya burung puyuh memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa.

“Namun, pengembangan usaha ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses pasar, permodalan, dan teknologi karena belum bersinerji dengan unsur Pemerintah atau Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes ), atau pihak Perguruan Tinggi dan Pengusaha dalam.pendampingan dan pemasaran” ungkapnya

Baca Juga  Warga Laporkan Kades Hariyono ke Inspektorat, Dalam Waktu Dekat Tim Lakukan Pemeriksaan Khusus

Hasil profiling ini kata Yaneri akan dilaporkan kepada Direktur Poltekesos Suharma, P.hD karena keberhasilan masyarakat untuk kesejahteraan nya perlu sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam mengembangkan potensi ini secara optimal.

“Poltekesos dapat berperan sebagai mitra pendampingan, pelatihan, dan inovasi teknologi, sedangkan Pemerintah diharapkan mendukung kebijakan dan fasilitasi program pemberdayaan dan sektor swasta dapat menjadi mitra jaringan distribusi pemasaran sehingga Desa Peninggaran menjadi Desa yang memiliki produk unggulan telur puyuh dalam meningkatkan kesejahteraan nya” tutup Yaneri. (TN**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *