Pj Bupati Syarif Hidayat Buka Musrembang RKPD Kabupaten Buru Tahun 2026
![]()

TERASNKRI.COM | NAMLEA, MALUKU – Penjabat Bupati Syarif Hidayat membuka secara resmi Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Buru Tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Pj Bupati mengatakan, musrenbang ini merupakan tahapan dan proses perencanaan dalam rangka penyusunan rancangan akhir RKPD Kabupaten Buru Tahun 2026 yang sebelumnya telah dilaksanakan Musrenbang RKPD di Kecamatan dilanjutkan dengan Forum Konsultasi Publik dan Pra Musrenbang atau Forum Lintas Perangkat Daerah.

Dijelaskannya, hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017, yang menyatakan bahwa Musrenbang dilaksanakan untuk pembahasan dalam rangka menyepakati program dan kegiatan, indikator kinerja serta penyelarasan antara program kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan Nasional.
RKPD merupakan dokumen perencanaan tahunan daerah, yang disusun dengan mengacu pada Dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Buru Tahun 2023-2026, untuk itu isu-isu strategis yang ditetapkan tahun 2026 yaitu Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Kemiskinan dan Pengangguran, Tata Kelola Pemerintahan, Ketahanan sosial dan budaya, Resiko Bencana dan Kerentanan Daya Dukung lingkungan dan Infrastruktur Wilayah.

“Berdasarkan isi-isu strategis pembangunan daerah di atas, maka tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2026 adalah “Penguatan Sumber Daya Manusia, Ketahanan Pangan dan Ekonomi Produktif,” sebutnya.


Dikatakan Pj Bupati, tema Musrenbang RKPD kabupaten selaras dengan tema RKP Nasional Tahun 2026 yakni “Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif” dan tema RKPD Provinsi Maluku tahun 2026 yakni “Penguatan Ketahanan Pangan, Energi Ekonomi Produktif dan Inklusif”.
“Tema diatas bukan sekadar narasi, tetapi merupakan wujud dari keprihatinan sekaligus komitmen kita terhadap tantangan yang dihadapi daerah kita pasca pandemi, serta dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa penguatan SDM adalah pondasi utama pembangunan serta Ketahanan Pangan dan Ekonomi Produktif yang harus menjadi ujung tombak pemulihan dan pertumbuhan.
“Kita perlu memperluas lapangan kerja, mendukung UMKM, mendorong inovasi teknologi, serta membangun ekosistem kewirausahaan berbasis potensi lokal dan transformasi digital,” kata Pj Bupati.
Untuk itu dirinya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan semangat keterbukaan, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama. Berikan masukan, sampaikan pandangan, dan rumuskan solusi terbaik demi kemajuan daerah yang kita cintai.
Ia juga berpesan agar hasil Musrenbang ini benar-benar menjadi dokumen yang realistis, terukur, dan implementatif. Jangan sampai hanya menjadi tumpukan rencana tanpa tindak lanjut yang jelas.
“Mari kita pastikan bahwa perencanaan kita berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.
Dia juga menambahkan bahwa berdasarkan isu-isu strategis dan tema tersebut di atas, maka prioritas pembangunan daerah tahun 2026 diarahkan kepada Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas, Pemenuhan pelayanan dasar dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Pengurangan Kemiskinan dan Pengangguran.
Tata kelola pemerintahan yang efisien, efektif, adaptif, dan akuntabel, Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, wawasan kebangsaan serta pelestarian budaya, Mitigasi dan Penanggulangan Bencana serta Pengendalian Pemanfaatan Ruang untuk Lingkungan yang Berkelanjutan, Peningkatan Infrastruktur Wilayah Berkelanjutan.
Penyusunan RKPD Kabupaten Buru Tahun 2026 harus memperhatikan sejumlah hal dalam penyusunan program untuk mendukung Asta Cita Presiden dan delapan Program Hasil terbaik Cepat (PHTC).
Diakuinya, permasalahan pembangunan di daerah ini belum semuanya ditangani secara tuntas, karena pembiayaan pembangunan di Kabupaten Buru melalui APBD masih sangat minim.
Oleh karena itu, ia berharap Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah untuk aktif membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat dan provinsi guna mendapatkan anggaran untuk membiayai program prioritas daerah sesuai kewenangan masing-masing.
“Forum Musrenbang ini merupakan momen yang sangat penting dan strategis dalam upaya membahas berbagai isu-isu strategis, menyepakati berbagai program dan kegiatan melalui penyelarasan antara Dokumen Renja OPD, hasil Musrenbang kecamatan, dan Pokok Pikiran DPRD dalam mendukung prioritas pembangunan daerah tahun 2026,” pungkas Pj Bupati.
Turut hadir PJ.Bupati Buru, Ketua Dewan kab Buru, Sekda, kepala kepala OPD Direktur PDAM Azwa Bupolo, Kpl cabang PT Bank Maluku, ketua organisasi wanita, ketua organisasi pemuda, Ketua MUI Kab Buru, ketua P2TPA, dan ketua Forum Anak kayu putih, Tokoh Agama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan peserta Musrenbang. (GP)

